Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia

Beranda

Selamat Datang di website resmi PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran-kesehatan, membuat para dokter pada umumnya dan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa pada khususnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional

Selengkapnya »
LOMBA KARYA ILMIAH (KONAS XI PDSKJI 2025)

LOMBA KARYA ILMIAH (KONAS XI PDSKJI 2025)



KONAS XI PDSKJI 2025

Menyelenggarakan “Lomba Karya Ilmiah” Kesehatan Jiwa

Kategori:
- Makalah Bebas & Poster
- Showcase Proyek Kesehatan Jiwa
- Edukasi Kesehatan Jiwa pada Media Sosial

🗓 Tanggal : 6-9 November, 2025
🏨 Tempat : Claro Hotel, Makassar

Ayoo segera daftarkan karya ilmiah dan penelitan anda !!

Batas submit abstrak sampai 30 Agustus 2025

Informasi Lengkap 👇🏻
https://linktr.ee/Konaspdskji2025

Submit Lomba Karya Ilmiah 👇🏻
https://bit.ly/LombaKaryaIlmiah_KonasPDSKJI2025

Registrasi Simposium👇🏻
https://bit.ly/registrasi_konaspdskji2025

Audiensi Dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI

Audiensi Dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI

Jakarta, 24 Juli 2025 - Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) menghadiri Audiensi dengan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Bapak Abdul Muhaimin Iskandar mengenai Permasalahan Rehabilitasi Psikiatri/Psikososial dalam Penjaminan Kesehatan Naional dan Regulasi yang mengaturnya.

25TH WPA WORLD CONGRESS OF PSYCHIATRY

25TH WPA WORLD CONGRESS OF PSYCHIATRY

Laporan Pertemuan Koordinasi PP PDSKJI dan IOM

Laporan Pertemuan Koordinasi antara PP PDSKJI dan International Organization for Migration (IOM) terkait Kemitraan Dukungan Psikiatri Komunitas

Jakarta, 16 Mei 2025 – Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) menghadiri undangan resmi dari International Organization for Migration (IOM) dalam sebuah pertemuan koordinasi bertajuk “Partnership for Community Psychiatry Support” yang diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025 pukul 09.00 – 12.00 WIB, bertempat di Sampoerna Strategic Square, Jakarta.

Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari surat undangan yang dikirimkan oleh Senior Migration Health Officer IOM, dengan nomor surat IUM/IDN/MHD/V/2025/001 tertanggal 13 Mei 2025 yang bertujuan untuk menjajaki potensi kemitraan antara IOM dan PDSKJI dalam penguatan dukungan kesehatan jiwa bagi komunitas pengungsi di Indonesia.

Peserta Pertemuan
Dari pihak PDSKJI hadir langsung:
1. Prof. dr. Andi Jayalangkara Tanra, Sp.KJ(K), Ph.D
– Ketua Umum PP PDSKJI
2. dr. Albert Maramis, Sp.KJ(K)
– Dewan Penasehat Seksi Psikiatri Komunitas PDSKJI
3. Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K)
– Dewan Penasehat Seksi Psikiatri Komunitas PDSKJI
4. dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ
– Pengurus Bidang Humas dan Kemitraan PP PDSKJI

Sementara dari pihak IOM hadir:
1. Jeff Labowitz, Chief of Mission IOM Indonesia
2. Anna Eliatamby, International Mental Health Consultant
3. dr. Nedal Odeh, Chief Migration Health Officer
4. dr. Ahmad Isa, National Programme Officer
5. Anastasia Wijayanti, Mental Health and Psychosocial
Support (MHPSS) Officer
6. dr. Ireine SCR, Sp.KJ, National Psychiatrist Officer

Secara daring, pertemuan juga diikuti oleh:
1. dr. Kartini Tampubolon
– Head of Sub Office Central Region
2. dr. Augustinus Sembiring
– National Migration Health Officer (Medan)
3. dr. David Wibianto
– National Migration Health Officer (Pekanbaru)
4. dr. Gunapriya Tanjung
– National Migration Health Officer (Health Assessment Programme)
5. dr. Yudha Chaerah
– National Migration Health Officer (Makassar)
6. dr. Leonardo L, Sp.KJ
– Psikiater

Isi Pertemuan

Pertemuan diawali dengan pemaparan dari pihak IOM mengenai latar belakang organisasi, sejarah berdirinya, serta mandat utama IOM dalam konteks migrasi dan intervensi kemanusiaan. Fokus kemudian diarahkan pada kondisi pengungsi yang saat ini berada di bawah perlindungan IOM di Indonesia. Tercatat sekitar 4.800 pengungsi berada di berbagai fasilitas akomodasi, dengan tambahan 2.000 pengungsi Rohingya yang memerlukan perhatian khusus.

Mayoritas pengungsi berasal dari negara-negara konflik seperti Irak, Iran, dan Afghanistan, dengan masa tunggu yang sangat panjang – rata-rata mencapai 8 hingga 9 tahun – sebelum proses resettlement ke negara ketiga. Situasi ini memunculkan tantangan besar dalam aspek psikososial dan kesehatan jiwa.

Disampaikan pula bahwa pada tahun 2023 terjadi lonjakan kasus bunuh diri dengan total 19 laporan dari kalangan pengungsi yang dinaungi IOM dan UNHCR, sebelum akhirnya kasus serupa berhasil ditekan dengan intervensi multipihak. Saat ini, terdapat 168 individu pengungsi yang dikategorikan sebagai kelompok dengan risiko sangat tinggi terhadap gangguan kesehatan mental.

Dari pihak PDSKJI, disampaikan profil organisasi, peran strategis dalam mendukung kesehatan jiwa nasional, serta sebaran tenaga psikiater di seluruh Indonesia. PDSKJI juga memperkenalkan bidang kerja yang secara khusus menaruh perhatian pada layanan psikiatri komunitas dan penjangkauan kelompok rentan.

Diskusi dan Rencana Kolaborasi
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah topik strategis yang dibahas secara mendalam, antara lain:

• Pemetaan Isu Kesehatan Jiwa pada Pengungsi

Diskusi membahas karakteristik kondisi kejiwaan para pengungsi, keterbatasan akses layanan psikiatri, kendala layanan seperti kendala Bahasa, serta stigma yang masih melekat terhadap gangguan jiwa di komunitas pengungsi.

• Kolaborasi Intervensi Kesehatan Mental

PDSKJI dan IOM membuka ruang kolaborasi dalam bentuk pelatihan bagi tenaga kesehatan dan petugas lapangan IOM, pelatihan dan peningkatan kesadartahuan kesehatan mental bagi pengungsi, supervisi klinis oleh psikiater, hingga utilisasi modul intervensi psikososial yang telah ada saat ini.

• Pengembangan Layanan Digital

Mengingat keterbatasan mobilitas dan sumber daya, kedua pihak membahas potensi pengembangan layanan kesehatan mental berbasis digital, seperti telekonsultasi, self-screening tools, dan intervensi daring berbasis komunitas.

• Pendirian Shelter Khusus Rehabilitasi Jiwa

PDSKJI mendukung ide IOM untuk menciptakan safe space atau shelter dengan fasilitas rehabilitasi jiwa bagi pengungsi dengan gangguan mental berat, yang selama ini belum tertangani optimal di shelter umum.

• Program Berkelanjutan dan Monitoring Evaluasi

Rencana tindak lanjut berupa pembuatan roadmap kerja sama jangka menengah dan panjang, termasuk penyusunan Perjanjian Kerjasama (MOU) serta indikator keberhasilan dan evaluasi dampak program secara berkala.

Penutup

Pertemuan ditutup dengan sambutan penegasan dari Ketua Umum PP PDSKJI, Prof. dr. Andi Jayalangkara Tanra, Sp.KJ(K), Ph.D, yang menyampaikan komitmen PDSKJI untuk mendukung kolaborasi lintas sektor demi penguatan kesehatan jiwa pengungsi di Indonesia. Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, pertemuan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke salah satu fasilitas akomodasi pengungsi binaan IOM di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Kunjungan ini menjadi awal dari keterlibatan aktif PDSKJI dalam merancang sistem dukungan psikiatri komunitas yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi populasi pengungsi.


#PsikiaterIndonesia #pdskji #kesehatanmental #pengungsi #kolaborasi
https://www.instagram.com/reel/DJ0VIv9BxZa/?igsh=MXFjaGtrYTVoMWttcA==

SIARAN PERS PDSKJI - Dukungan PDSKJI Terhadap IDAI

SIARAN PERS PDSKJI - Dukungan PDSKJI Terhadap IDAI

Download
SIARAN PERS PDSKJI - Pernyataan Keprihatinan

SIARAN PERS PDSKJI - Pernyataan Keprihatinan

Download