Artikel


Menjadi Ibu dan Menjaga Eksistensi Diri: Ruang Aman Emosi Tak Terucap

Menjadi Ibu dan Menjaga Eksistensi Diri: Ruang Aman Emosi Tak Terucap

10 Januari 2026

Pernahkah memperhatikan kawanan flamingo di alam liar? Mereka ikonik dengan bulu merah muda yang memukau. Namun, ada satu fase unik dalam hidup mereka yang jarang diketahui: saat menjadi induk, rona merah muda yang cantik itu perlahan memudar hingga menjadi putih pucat. Secara biologis, warna merah muda flamingo berasal dari pigmen karotenoid dalam makanan mereka. Ketika menyusui anaknya (melalui crop milk), sang induk mentransfer seluruh nutrisi dan pigmen tersebut kepada bayinya agar bisa tetap sehat dan berkembang.

Read more »



Mungkin ini Sekelumit Gambaran Penerapan Klinis Psikoanalisis Anna Freud

Mungkin ini Sekelumit Gambaran Penerapan Klinis Psikoanalisis Anna Freud

24 Agustus 2025

Moralitas di balik praktik klinis yang berinspirasi “psikologi ego” Anna Freud adalah perundingan, negosiasi, yang seadil-adilnya, antara tiga pihak: id, ego, superego, dengan analis atau terapis sebagai mediator humanis yang berempati dan mengerti.

Read more »



Anna Freud dan Metafor Tembok Berlin

Anna Freud dan Metafor Tembok Berlin

18 Agustus 2025

Hampir-hampir tiada orang yang berani dan bisa melewati Tembok Berlin di masa Perang Dingin. Dinding kukuh yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat disokong dengan sistem ketat yang akan mencegah orang melintasinya. Namun ada saja satu dua kebocoran langka yang membuka kesempatan sempit bagi seorang dua orang warga, biasanya dari Timur, untuk menerobos tembok dan mencapai wilayah Barat yang dianggap beratmosfer lebih bebas dan “demokratis”.

Read more »



Integrasi dan Sintesis dalam Psikoterapi, Bukan Tabu

Integrasi dan Sintesis dalam Psikoterapi, Bukan Tabu

24 Juli 2025

Membaca Melanie Klein belum kelar, masih akan diteruskan; tetapi proses berasosiasi, dan datangnya pengalaman menarik, seperti mengajak sejenak menyimpang. Ingin mengucapkan serba sedikit tentang integrasi dan sintesis aneka pendekatan psikoterapeutik.

Read more »



Attacks on Linking

Attacks on Linking

17 Juli 2025

Murid dan analysand Melanie Klein yang paling bersungguh-sungguh dalam meluaskan dan menafsirkan konsep-konsep Kleinian, terutama tentang envy dan identifikasi proyektif, adalah Wilfred Bion (1897-1979). Maka dalam wacana ilmiah psikoanalisis, konsep-konsep Kleinian kontemporer acap kali disebut pula pemikiran Bionic.

Read more »



Loba, Cemburu*

Loba, Cemburu*

07 Juli 2025

Padanan kata untuk serakah itu tamak, loba; sedangkan untuk cemburu: iri, dengki, sirik. Tema-tema penting dalam psikoanalisis Melanie Klein mencakup pula greeed, keserakahan; dan envy, keirihatian.

Read more »



Berita Tentang “Yang Nirsadar”

Berita Tentang “Yang Nirsadar”

10 Januari 2025

Di sudut sebuah halaman koran Kompas terbitan 10 Januari 2025, termuat berita bercorak jenaka tetapi mengungkap peran determinatif bahasa dalam proses mental nirsadar. Diceritakan, dalam sebuah persidangan di Mahkamah Konstitusi, seorang kuasa hukum, Sulaisi, dari Sumenep, Madura, terlibat tanya-jawab dengan hakim konstitusi Saldi Isra yang berasal dari Padang, Sumatra Barat.

Read more »



Tanggung Jawab Sosial Psikiater (Sekelumit Pemikiran Awal)

Tanggung Jawab Sosial Psikiater (Sekelumit Pemikiran Awal)

20 Juli 2024

Pernah terlintas dalam khazanah mental, ihwal “tanggung jawab sosial psikiater”, _psychiatrist’s social responsibility_. Hal ini menggugat kemapanan di dalam klinik dan di dalam laboratorium. Psikiater ikut memikirkan masalah-masalah sosial-kultural, bahkan politis, di luar tembok-tembok klinik dan rumah sakit, berkarya di dalamnya, tetap sebagai _mental health helper_ yang bukan politisi. Misalnya, hasil studi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan pada 15 Juli 2024 (_vide_ Koran Tempo, 18 Juli 2024), menegaskan bahwa indeks perilaku antikorupsi (IPAK) di Indonesia menurun.

Read more »



Sederhananya Psikoanalisis

Sederhananya Psikoanalisis

23 Mei 2024

Pada tingkat pemahaman dan penghayatan agak dalam, mungkin, psikoanalisis (dan neuropsikoanalisis) terasa sederhana. Beberapa hal berikut barangkali dapat ikut menggambarkannya.

Read more »



Mencoba menerangkan “yang nirsadar” dengan sederhana

Mencoba menerangkan “yang nirsadar” dengan sederhana

04 Maret 2024

“Yang nirsadar” adalah kebiasaan-kebiasaan. Lebih lugas, ia adalah keterbiasaan-keterbiasaan. Bukan operasi memori deklaratif, yang sengaja (secara sadar) diupayakan, melainkan kerja ingatan prosedural, yang begitu saja terejawantah. Performa seseorang mengendarai kereta angin adalah sebuah contoh nyata dari operasi yang nirsadar. Dengan menyaksikan penampilan itu, dapat diraih pengetahuan tentang keterbiasaan-keterbiasaannya. Begitu pun dengan mengendarai mobil. Seorang pasien mengatakan bahwa tatkala mengendarai mobil di jalan-jalan umum, hatinya sering jengkel, marah, kepada para pengendara kendaraan lain. Tidak jarang ia mengumpat, walaupun hal itu ia lakukan seorang diri di dalam mobilnya. Mungkin performa nirsadar ini bercerita tentang bagaimana ia menjalani relasi dengan liyan. Ia cenderung menghayati liyan sebagai pesaing, bahkan musuh, yang merugikannya. Semacam performa paranoid.

Read more »



Hati Nurani

Hati Nurani

26 Februari 2024

Mengapa manusia dapat seperti “sebegitu percaya diri untuk melanggar hukum dan menyalahgunakan kekuasaan”? Manusia dapat mengalami omnipotensi. Semacam kepercayaan ilusif dan delusif bahwa diri sedemikian berkuasa, dan karenanya akan aman-aman saja dalam menggunakan kekuasaan dengan cara apa pun.

Read more »



Hal Mendasar Dalam Setiap Psikoterapi

Hal Mendasar Dalam Setiap Psikoterapi

29 Januari 2024

Ontogenesis kedua belahan otak diawali dengan perkembangan pesat atau growth spurt hemisferium kanan dan bagian otak yang menyangga fungsi-fungsi emosional atau afektif. Bahkan sejak trimester ketiga kehidupan dalam kandungan ibu, bayi sudah memiliki atau setidak-tidaknya mulai meraih amygdala yang dengan cepat beranjak menuju kondisi berfungsi penuh.

Read more »



Pentingnya Mendalami Relasi Nirkata

Pentingnya Mendalami Relasi Nirkata

27 Oktober 2023

Sejauh relasi pasien dan terapis dilaksanakan melalui dialog yang mengandalkan kata-kata, hemisferium kiri, yang memang bertugas memproses kerunutan atau keberurutan simbol-simbol (dalam hal ini, kata-kata), berperan dominan. Namun berelasi verbal itu sekaligus mengandung aktivitas memaknai arus kata, frasa, kalimat, dan susunan bahasa yang lebih besar lagi. Dialog linguistik tidak semata-mata perkara menyusun kata dan kalimat dengan gramatika yang benar, tetapi juga meraih makna, atau beraktivitas memaknai di tengah relasionalitas yang dalam kenyataannya banyak melibatkan ekspresi nonverbal.

Read more »



Renungan Sekelumit, dari Membaca Greenberg

Renungan Sekelumit, dari Membaca Greenberg

25 Oktober 2023

Leslie Samuel Greenberg adalah psikolog dari Kanada yang memelopori emotion-focused therapy. Artikel penting Les Greenberg (2007), Emotion coming of age, mengandung sebuah ringkasan  tentang hakikat proses perubahan psikoterapeutik. Semula psikolog kelahiran Johannesburg, Afrika Selatan, ini menerangkan sebuah bentuk regulasi emosi berinti self-control, yang melibatkan fungsi eksekutif kognitif tingkat tinggi, yang memungkinkan individu-individu “mengubah cara mereka merasakan dengan secara sadar mengubah cara mereka memikir”. Regulasi afek yang memiliki bentuk eksplisit ini dilaksanakan oleh hemisferium kiri dengan titik berat verbal. Di sini, emosi nirsadar yang berpenghayatan tubuh (unconscious bodily-based emotion) tidak dibicarakan.

Read more »



Theodor Reik dan Interpretasi

Theodor Reik dan Interpretasi

28 Juli 2023

Menyampaikan penafsiran dalam perjalanan relasi terapeutik, bisa jadi merupakan jalan bagi terapis untuk cepat keluar dari penderitaan afektif yang ia dapatkan dari pasien yang memang hadir di hadapannya dengan segala derita emosionalnya. Sebenarnya, ketika psikoterapis “melepaskan pikirannya”, sehingga dapat merasakan penderitaan afektif pasien, ia berada pada posisi terapeutik, suatu kedudukan mental yang memungkinkannya membantu pasien bertumbuh kembang secara psikososial. Posisi terapeutik ini ditandai dominasi peran hemisferium kanan terapis, atau peran sistem kortikal prefrontal kanan yang preconscious, intuitive. Posisi mental itu disebut terapeutik karena dalam keadaan demikian ini terapis dapat terhubung dengan pengalaman-pengalaman derita emosional prasadar dan nirsadar pasien.

Read more »



Mencoba Meringkas Psikoterapi

Mencoba Meringkas Psikoterapi

17 Juli 2023

Melalui corpus callosum, belahan otak kanan dan hemisferium kiri saling menghambat. Kata McGilchrist (2015), kemampuan hemisferium kiri untuk menghambat yang kanan adalah lebih besar daripada kebalikannya. Represi nirsadar, atau inhibisi oleh otak kiri terhadap otak kanan, lebih kuat daripada supresi sadar dan pengalihan perhatian (distraksi) yang seluruhnya berlangsung semata-mata dalam hemisferium kiri.

Read more »



Regresi yang Terapeutik

Regresi yang Terapeutik

05 Juli 2023

Regresi itu kembali ke yang kuno, ke kondisi archaic, yang tempo dulu. Transferens dan kontratransferens dapat dilihat sebagai bentuk-bentuk regresi. Di dalam kedua fenomena ini orang mengalami diri dan relasi sebagaimana yang pernah dialaminya dengan tokoh kunci di tempo dulu. Kendatipun dapat berkonotasi kemunduran, tetapi regresi diperlukan untuk dapat menjangkau, mengurai, dan mengubah struktur dan fungsi hemisferium kanan, belahan otak yang bekerja secara dominan dalam masa archaic setiap insan, sejak kelahirannya hingga usianya menginjak tahun ketiga. Tanpa regresi, kebiasaan mental yang patologis tidak dapat dipengaruhi padahal ia terus berpengaruh. Pada titik ini dapat terpikirkan betapa ada regresi yang terapeutik, regresi yang adaptif.

Read more »



Mengapa Psikiater Perlu Melakukan Psikoterapi?

Mengapa Psikiater Perlu Melakukan Psikoterapi?

18 Juni 2023

Bagaimana menjawab dengan singkat, padat isi? Karena psikiater itu dokter yang lingkup upaya utamanya mengatasi psikopatologi. Kondisi psikopatologis bisa menampilkan serbaneka simtom dan dampak yang kompleks. Kendati demikian, hakikat psikopatologi adalah keterhambatan perkembangan struktural pada bagian systema nervorum centrale, berupa keterhalangan parcellation atas struktur desendens dan struktur asendens yang memadukan cortex orbitofrontalis dextra dan systema limbicum. Keadaan ini berakibat kesulitan insan beradaptasi psikis, sosial, dan environmental, yang menganak-pinakkan gejala dan dampak.

Read more »



Psikoterapi itu Bernegosiasi

Psikoterapi itu Bernegosiasi

14 Juni 2023

Seorang pasien perempuan berumur awal tiga puluhan tahun yang menjalani long-term psychotherapy, pernah mengalami masa sulit ditandai disregulasi afek yang volatile dan parah. Lebih dari satu setengah tahun ia berada dalam masa melukai diri berulang. Dia mengatakan hal absurd, bahwa melukai diri adalah demi mengatasi perbuncahan rasa sakit yang berat. Aliansi terapeutik dengan terapis perlahan dapat memberikan pengalaman tenang dan percaya yang akumulatif, walaupun naik-turun tetapi kian condong mengantar dia untuk memiliki a new way of being and relating: hidup dapat dijalani dengan cukup mantap, relasi cukup dapat memberikan rasa diri bermakna, dan pengharapan yang baik bukanlah kesia-siaan melainkan sebuah perkembangan rasa percaya.

Read more »



Epistemologi Psikoterapi

Epistemologi Psikoterapi

03 Juni 2023

Mengapa psikoterapi selayaknya memerhatikan pengaruh-pengaruh yang dihasilkannya terhadap hemisferium kanan, tidak terutama terhadap belahan otak kiri? Karena perjalanan perkembangan psike bersifat epigenetik: peristiwa-peristiwa terawal, pengalaman-pengalaman yang  primitive, atau archaic, melandasi perkembangan berikutnya yang ditambahkan kepadanya; kondisi genetik mewarnai keadaan psikis, berkembang kemudian karena penambahan-penambahan peristiwa sesudah kelahiran, selama pengasuhan awal, lalu sepanjang masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan seterusnya. Bentangan perspektif demikian ini, sungguh menempatkan otak kanan pada bagian fundamental, karena faktanya sejak dalam kandungan hingga bayi lahir dan menjalani kehidupannya sampai berusia dua tahun, bagian dari systema nervorum centrale yang bertumbuh kembang pesat dan berperan dominan adalah hemisferium kanan. Growth spurt belahan otak kiri dan peran pentingnya baru berlangsung sejak anak berumur seputar dua tahun.

Read more »



Menghampiri Psike Dari Dalam

Menghampiri Psike Dari Dalam

03 Juni 2023

Ketika pada 1971 Heinz Kohut menerangkan pengalamannya membantu pasien dengan memahaminya secara introspektif, memahami “dari dalam sang pasien”, para psikoanalis dan psikoterapis pada masa itu mengandalkan imajinasi mereka buat memahami penjelasan yang sulit itu. Kendati terasa esoteris, tetapi uraian Kohut terhayati sebagai sesuatu yang menyegarkan di tengah derasnya pengaruh pemikiran Cartesian yang “menaruh objek yang dipelajari (termasuk manusia) di hadapan sang peneliti yang berjarak darinya”. Paradigma Renatus Cartesius ini (juga disebut René Descartes, dalam konteks Prancis), mengajak pembelajar justru menyaksikan objek (yang diteliti) dari luar, bahkan mengambil jarak darinya, demi objektivitas.

Read more »



Catatan dari Diskusi Kasus Seksi Psikoterapi 18 Mei 2023

Catatan dari Diskusi Kasus Seksi Psikoterapi 18 Mei 2023

24 Mei 2023

Manusia membutuhkan liyan (others) yang rela sejalan dengannya. “Diri”, ego, dan self, masing-masing terkait dengan periode kesejarahannya sendiri, tidak serta merta mengusung gagasan yang sama. Namun ketiga-tiganya mewakili suatu perasaan atau penghayatan pada manusia, bahwa ia ada. Rasa “ada” ini disertai rasa “punya kuasa, dapat mengontrol”, betapapun nisbinya. Carolyn Ellman dan Joseph Reppen, dalam Fantasies and the Vulnerable Self (1997), membahas betapa keberadaan manusia tidak lepas dari fantasies of omnipotence, mimpi serba berkuasa, yang ia perlukan karena sejak lahir tak berdaya dan mengalami bergantung pada pihak lain untuk dapat melanjutkan kehidupan. Tindakan berulang melukai tubuh secara terbatas, yang dilakukan oleh seorang perempuan yang meminta bantuan psikiater, dapat menjadi penggelaran pengalaman “diriku ada, punya kuasa atas diri sendiri”, yang diperlukan untuk sejenak menepis derita dari “diriku tiada dan semuanya hanya hampa”.

Read more »



Psikoterapi Otak Kanan (Part 1)

Psikoterapi Otak Kanan (Part 1)

15 Mei 2023

Teori perpautan hari kini, contemporary attachment theory, adalah penjelasan tentang bagaimana regulasi afek berlangsung pada bayi atau anak dalam relasi psikobiologis nonverbal, emosional, intersubjektif, implisit atau nirsadar, dengan pengasuh utamanya. Proses-proses di sana berlangsung dalam time frames atau hitungan waktu antara satu per ribuan detik hingga tiga detik. Begitu cepat, nirsadar. Relasi perpautan ini melibatkan hemisferium kanan ibu dan anak, bukan relasi left brain-to-left brain yang bertitik berat kognitif dan mengandalkan komunikasi verbal. Demikian inilah ringkasan simpulan dari rangkaian studi eksperimental dan studi pustaka yang luas, yang antara lain dilakukan oleh Allan Schore, dkk., setidak-tidaknya sejak tahun 1994 (Schore, 2022). Neuropsikoanalis dari UCLA Los Angeles itu membedakan teori attachment kontemporer dan teori perpautan klasik yang baginya terhayati lebih bertitik berat pada gagasan relasional kognitif dan eksplisit.

Read more »



Psikoterapi Otak Kanan (Part 2)

Psikoterapi Otak Kanan (Part 2)

15 Mei 2023

Psikoterapi adalah sinkronisasi dua subjek, yang terutama melibatkan kedua hemisferium kanan mereka. Peristiwa ini berlangsung dalam relasi komunikatif emosional, timbal balik, nirkata dan lebih terkait dengan ekspresi-ekspresi manusiawi melalui wajah dan tubuh (facial visual), suara dan irama (crescendos dan decrescendos) di seputar pengucapan kata-kata (auditory prosodic), dan pengalaman badaniah sepanjang komunikasi (tactile gestural),dengan time frames yang sangat cepat. Tatkala pengartiannya demikian, timbullah keperluan akan data dari neuroimaging yang dilakukan pada saat relasi kedua otak kanan berlangsung.

Read more »



Ingat Bachtiar Lubis

Ingat Bachtiar Lubis

05 Mei 2023

Tidak jarang terapis berbicara sendiri, kendati ia sedang berbicara dengan pasiennya. Keterpisahan atau ketakterhubungan ini dapat terjadi. Bachtiar Lubis berulang mengatakan kepada penulis, di tengah beberapa tahun beliau membimbing penulisan disertasi, bahwa understanding, yang acap kali dirasakan sebagai “mengerti” oleh terapis tentang pasiennya, hanyalah bermakna apabila penyampaiannya menyudikan sang pasien untuk membuka diri terhadapnya, dan membiarkan dirinya dipengaruhi olehnya. Mengerti yang diucapkan itu menghubungkan pasien dan terapis. Di tahun-tahun antara 2005 dan 2007 itu, terasakan betapa sulit memahami pengajaran ini.

Read more »



Sombong, Bebal

Sombong, Bebal

14 April 2023

Martin Jacques, seorang jurnalis, editor, dan akademisi dari Inggris, pandangannya luas, karena tatkala berupaya memahami suatu fenomena sosial ia senantiasa memerhatikan sejarah dan budaya. Seperti serupa dengan dokter yang berusaha mengerti simtom pada pasien dengan selalu memperhitungkan data dari anamnesis, serta dari kebiasaan dan kultur dalam kehidupan pasien.

Intelektual Inggris itu mengujarkan betapa dua keadaan ini, arrogance dan ignorance, sungguh menghambat pemahaman yang cukup baik. Kesombongan dan kebebalan bagaikan dua sisi dari sebuah koin. Kesombongan atau arogansi membendung arus masuk pengetahuan dan pengertian. Sedangkan kebebalan atau ignorance adalah miskinnya pengetahuan dan pengertian sebagai akibat dari keengganan untuk membuka diri agar dapat menerima mereka. Agaknya keangkuhan dan kebebalan kedua-duanya hampir serupa. Antitesis bagi mereka sekaligus, adalah kerendahhatian.

Read more »



Heboh BPJS Tidak Mau Membayar Klaim Psikoterapi!?

Heboh BPJS Tidak Mau Membayar Klaim Psikoterapi!?

13 Maret 2023

BPJS belum mau membayar klaim psikoterapi yang telah diberikan. Mengapa terjadi dan bagaimana mengatasinya?
Dokter Limas Sutanto salah seorang psikiater senior yang aktif di bidang psikoterapi berpendapat bahwa Filsafat di balik pembiayaan kesehatan oleh pihak ketiga (third party payment) semisal yang dilaksanakan melalui BPJS atau asuransi kesehatan lainnya, adalah penggunaan dana untuk suatu prosedur kuratif yang jangka waktunya dapat ditentukan (terbatas), langkah-langkahnya dapat dipantau dan diukur dengan jelas, dan keseluruhannya membawa bukti ilmiah kemanjuran yang baik pada zamannya.

Read more »



Psikoterapi di Abad XXI

Psikoterapi di Abad XXI

06 Maret 2023

Setelah kurun waktu dua hingga tiga abad, kini humanisme diguncang. Ideologi utama yang berada di jantung teori dan pelayanan psikoterapeutik itu digusur oleh dataisme kontemporer. Abad XXI ditandai kehadiran kemampuan manusia yang luar biasa dahsyat dalam meraih data karena bantuan teknologi yang memungkinkannya. Pada saat yang sama kemampuan manusia untuk mengolah data jauh dilampaui oleh kapasitas mesin artificial intelligence yang tidak terbatas dan berkemampuan sangat cepat dalam melakukan analisis. Infotech dan biotech yang sebelumnya berkembang terpisah, kini berpadu, menghasilkan kemungkinan pemanenan data, data harvesting, tentang biologi dan psikologi manusia secara tanpa batas, sekaligus analisis terhadap data yang sangat lengkap itu dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi.

Read more »



Strategi Psikoanalitik Untuk Praktik Psikiatrik Yang Lebih Terapeutik

Strategi Psikoanalitik Untuk Praktik Psikiatrik Yang Lebih Terapeutik

23 September 2017

Sebagai profesional dalam bidang kesehatan, psikiater mempunyai bekal yang agak berbeda dari spesialis lain dalam melakukan praktik kedokteran dan pertolongan pasien, yaitu selain keilmuan dan ketrampilan yang dipelajari, kepribadian juga merupakan potensi yang diandalkan dalam praktik. Kepribadian menjadi sangat penting karena proses pertolongan pasien dilakukan dengan wawancara dan observasi, sehingga tolok ukur hasil pemeriksaan, pengobatan serta evaluasi pasien menggunakan “pribadi” sang dokter.

Read more »



KEGIATAN KONAS VI PSIKOTERAPI

KEGIATAN KONAS VI PSIKOTERAPI

23 Agustus 2017

Seksi Psikoterapi PDSKJI kembali menyelenggarakan Konferensi Nasional Psikoterapi untuk keenam kalinya. Pada tahun ini konferensi berlangsung di Hotel Harris Malang, dari tanggal 16 - 18 Maret 2017. Konferensi ini merupakan wadah untuk mempertemukan praktisi, akademisi, serta peneliti di bidang psikoterapi agar dapat berbagi pengalaman klinis, serta sebagai sarana penyebaran perkembangan pengetahuan baru di bidang psikoterapi. 

Read more »